menu bar

Kamis, 03 Januari 2013

AMD Masih Pertahankan Penggunaan Soket AM3+


Belum lama ini ramai dibicarakan bahwa Intel berencana akan mengubah konsep penempatan prosesor pada motherboard yang selama ini melalui sebuah soket.
Intel akan menerapkan metode yang membuat prosesor dan motherboard akan menyatu dalam satu paket sehingga pengguna tidak dapat melakukan upgrade. Meski belum tentu terlaksana, rencana ini telah banyak mendapat tanggapan yang beragam.
Berbeda dengan Intel, AMD menegaskan tidak akan mengikuti konsep Intel tersebut dan tetap akan menggunakan metode penggunaan soket motherboard pada prosesornya.
Juru bicara AMD, Chris Hook, mengatakan, "Saat ini hingga ke depannya, AMD tidak memiliki rencana untuk pindah ke konsep prosesor yang dihadirkan satu paket dengan motherboard. Selain itu, AMD tetap melanjutkan penggunaan soket pada prosesor seri FX dan APU hingga 2013 dan 2014 nanti."
Ini berarti AMD masih akan menggunakan motherboard dengan soket AM3+ yang sudah bertahan cukup lama. Berbeda dengan Intel yang tergolong sering menggunakan soket berbeda pada beberapa prosesornya.
Berdasarkan data yang didapat dari Fudzilla, selama dua tahun ke depan, AMD masih akan menghadirkan jajaran prosesor seri Athlon II, Phenom II, serta Sempron. Dengan kata lain, prosesor tersebut akan menggunakan soket yang sama dengan prosesor Vishera seperti FX 8350, 8320, 8120, serta seri FX lainnya.
Sementara itu prosesor seri Phenom II X4 (quad-core) akan pensiun pada kuartal kedua tahun 2013. Sedangkan seri Athlon II X4, X2, dan Sempron masih akan beredar di pasaran, setidaknya sampai hadir generasi penggantinya.

OCZ Vector: Menulis Cepat Berkat Controller Baru


Produk SSD memang bagus untuk kerja sebuah sistem operasi. Namun, biasanyaSSD masih lemah dalam kemampuan menulis data. Kemunculan OCZ Vector akan menepis kelemahan ini dengan kemampuan tulis yang nyaris setara dengan kinerja membaca data.
Seri Vector yang diperkenalkan OCZ akhir November lalu merupakan SSD kelas high-end dengan controller baru Indilink Barefoot 3 yang dikembangkan secara internal oleh pihak OCZ.
Inilah controller andalan OCZ untuk menghadapi controller SandForce yang banyak diadopsi kompetitor. Controller yang juga didukung teknologi PLX ini akan menghadirkan kinerja yang tinggi, tak hanya pada proses baca (read) namun juga tulis (write) yang selama ini perbedaannya cukup signifikan.
Vector yang memakai koneksi SATA III dan NAND 25nm ini mengonsumsi daya hanya 2,25 watt saat aktif dan mampu menghadirkan pembacaan sekuensial hingga 550MB/detik serta penulisan mencapai 530MB/detik. Desain dengan tebal 7mm juga membuatnya ideal bagiultrabook masa kini yang tengah populer.
SSD umumnya dikenal dengan kinerja yang cepat pada awal pemakaian namun semakin menurun seiring lamanya pemakaian. Nah, controller Barefoot 3 dan firmware baru di Vector yang mengimplementasikan 8-channel NAND Array ini akan membuat kinerjanya tetap stabil meski dipakai terus-menerus. Demo yang dilakukan pada laptop Asus Slimbook membuktikan bahwa penggunaan SSD mampu menghemat proses booting menjadi 2x lebih cepat dibandingkan memakai hard disk.
Robert Tandiyo, Sales Manager PT Huangtec Mandiri Jaya selaku distributor OCZ Vector, menjelaskan bahwa SSD Vector sudah tersedia di pasaran sejak Desember 2012 dalam tiga pilihan model: 128GB (sekitar Rp 1,5 juta), 256GB (Rp 2,5 juta), hingga 512GB (Rp 5,1 juta) dengan garansi selama lima tahun.

Apa Tugas Utama Seorang Profesional TI?


Salah satu tantangan yang kerap dihadapi perusahaan adalah keamanan pada infrastruktur perusahaan. Pasalnya, keamanan data merupakan aset berharga bagi sebuah perusahaan.
Kondisi tersebut secara tak langsung turut menciptakan sebuah tantangan dan prioritas bagi para profesional TI untuk bertanggung jawab terhadap keputusan bisnis perusahaan.
Berdasarkan survei yang dilakukan Kaspersky Lab oleh B2B International pada bulan November lalu, terdapat tiga tugas utama seorang profesional TI.
Tugas nomor satu adalah mencegah penjahat cyber memasuki jaringan perusahaan (dipilih oleh 31% responden). Tugas kedua adalah melindungi informasi atau data (dipilih oleh 27% responden). Sementara tugas ketiga adalah mengontrol penggunaan perangkat mobile (13% responden menganggap bekerja dengan MDM (Master Data Management) system adalah tugas utama di bidang TI).
Untuk itu, sangatlah penting bagi sebuah perusahaan dalam menerapkan kebijakan instalasisoftware pada perangkat milik perusahaan. Mengingat saat ini perkembangan malware juga perlu diwaspadai. Tak hanya itu, tren BYOD (Bring Your Own Device) dalam perusahaan juga memerlukan kebijakan tersendiri.
Smartphone dan tablet misalnya, harus bisa dikelola secara remote, sehingga akses informasi rahasia bisa diblok dan data bisa dihapus seandainya perangkat tersebut hilang atau tercuri.

Mushkin Gelontorkan SSD 480 GB


Jika kapasitas SSD (Solid State Drive) sebesar 256 GB dirasa masih belum mencukupi kebutuhan penyimpanan Anda, jangan kuatir, Mushkin akan mengeluarkan jajaran produk SSD-nya sebesar 480 GB pada Januari 2013.
Produk SSD yang menerapkan standardisasi mSATA (mini SATA) SSD ini disebut-sebut oleh Mushkin sebagai penyimpan SSD terbesar pertama di dunia.
Dengan menggunakan antarmuka mSATA, produk mSATA SSD dari Mushkin ini tentunya dapat dipasangkan pada slot mini-PCI Express yang sebagian besar digunakan pada produkultrabook. Sebagian besar jajaran produk ultrabook tidak menggunakan produk SATA SSD karena butuh ruang lebih besar untuk menyediakan slot 2,5 inci SATA SSD.
Produk terbaru dari Mushkin ini dibanderol dengan harga US$500, atau US$1 per GB penyimpannya. Dengan kemampuan transfer 6 Giga bit per detik (antarmuka SATA III),  menggunakan prosesor SSD SandForce SF-2281, 8+18 pin, dan ukuran yang lebih kompak, menjadikan produk ini dapat digunakan secara optimal untuk produk-produk Ultrabook baru. Mushkin memberikan garansi selama 3 tahun untuk produk terbarunya ini.
Namun, sepertinya sebutan “pertama di dunia” untuk produk SSD ini perlu ditinjau kembali. Pasalnya, Apple Inc. juga menjanjikan upgrade penyimpan SSD sampai 512 GBuntuk jajaran produk MacBook Air produksi tahun 2012. MacBook Air menggunakan SSD produksi dari Toshiba yang menggunakan 17+7 pin.

MediaTek Bakal Rilis Chip Quad-Core Pertama di Dunia


Meski bukan yang pertama dalam hal produksinya, MediaTek mengumumkan prosesor Quad-Core besutannya merupakan yang pertama bakal dirilis ke pasaran.
Prosesor Quad-Core untuksmartphone dan tablet pertama kali memang diproduksi oleh Qualcomm. Meski demikian, prosesor tersebut belum akan dirilis secara komersil. Sementara itu, chip Quad-Core milik MediaTek akan dirilis bersamaan dengan beberapa smartphone yang menggunakannya pada kuartal pertama 2013 nanti.
Prosesor dengan seri MT6589 menggunakan desain CPU ARM Cortex-A7 yang menggunakan teknologi yang sama dengan milik Qualcomm tersebut. Chip ini akan menggunakan clock mulai dari 1GHz dan ditandem dengan chip grafis PowerVR seri 5.
Chip MT6589 menggunakan arsitektur 28nm yang merupakan prosesor paling hemat daya saat ini. Dengannya, pengguna bakal bisa melakukan playback serta recording video definisi tinggi 1080p dengan menggunakan daya yang rendah. Chip ini juga mendukung mode dual-SIM dan menggunakan kamera dengan resolusi 13 MP.
Hal lain yang membedakannya dengan Quad-Core lain adalah pada MediaTek telah dibenamkan modem yang mendukung jaringan HSPA+. Dengan terintegrasinya modem tersebut, Quad-Core MediaTek memang jadi yang pertama kali menghadirkannya.
Yang menarik, MediaTek selama ini terkenal dengan prosesor bagi smartphone kelas menengah ke bawah karena selalu dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibanding kompetitornya. Namun, rencananya chip MT6589 ini bakal membidik target menengah ke atas sambil tetap mengusung harga yang kompetitif.

Lenovo Gadangkan PC Terkecil di Dunia


Pasar Core i3 saat ini termasuk yang terbesar. Kalau dilihat dari tabel warna permintaan, core i3 yang paling tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Julius Tjhin (Indonesia Consumer T1 & 4P Manager for Desktop PT. Lenovo Indonesia) pada sesi Lenovo First Look yang diadakan hari Kamis (13/12/2012) di PEPeNERO, The Energy Building, Jakarta. 
Melihat pasar core i3 yang demikian besar, Lenovo pun membesut IdeaCentre Q190 yang digadang-gadang sebagai PC desktop full-function terkecil di dunia saat ini.
“Jika tiga bulan lalu kita mengeluarkan PC All-in-One tertipis di dunia, maka sekarang kita keluarkan PC terkecil di dunia,” ujar Julius. Ia pun menekankan, saat ini konsumen Indonesia membutuhkan perangkat PC yang bisa melakukan semua hal, dari bekerja, hiburan dan multimedia, hingga permainan. 
IdeaCentre Q190 hanya memiliki ketebalan 22 mm, hampir sama dengan DVD Bluray. Lenovo membanderol IdeaCentre Q190 seharga Rp4,849 juta (termasuk keyboard, mouse wireless dan layar monitor 18.5”). Namun harga tersebut belum termasuk DVD.
Selain IdeaCentre Q190, ada IdeaCentre B340 AIOi yang diklaim sebagai PC ideal keluarga. Dengan layar HD 21,5” Full HD, PC ini dapat berfungsi ganda sebagai TV definisi tinggi yang dapat dihidupkan tanpa tergantung pada sistem operasinya. Dengan bantuan feature OneKey TV opsionalnya, pengguna bisa mengubah sebuah TV definisi tinggi dengan hanya sentuhan satu tombol. Untuk seri IdeaCentre B340 AIOi, Lenovo mematok harga Rp7,199 juta termasuk kacamata 3D 2 buah (seri 3D) atau Rp6,5 - 6,9 juta (non 3D).
Berikut kami tampilkan tabel spesifikasi dari Lenovo IdeaCentre Q190 dan IdeaCentre B340AIOi.
IdeaCentre Q190 
-Prosesor Intel Core i3-2330
-Win 7 Home Premium
-Integrated Intel HD graphics
-4GB DDR3 memory, 500GB HDD storage
-Integrated high-speed 802.11n Wi-Fi
-Add-optional DVD reader/writer atau Blu-ray Disc drive
-USB2.0, USB3.0, HDMI connectors & 6-in-1 card reader mendukung SDXC format 
IdeaCentre B340 AIO 
-Prosesor 3rd generation Intel Core i3-3220
-DOS
-21.5” Full HD (1920x1080), 16:9 widescreen display – mendukung state-of-the-art 3D vision (bukan touch screen)
-NVIDIA GeForce 615 2GB graphics dengan DirectX 11
-4GB DDR3 memory, 500GB HDD storage
-Integrated Bluetooth & high-speed 802.11 b/g/n Wi-Fi
-Integrated DVD reader/writer atau opsional Blu-ray Disc drive
-USB2.0, USB3.0 connectors & 6-in-1 card reader
-Integrated Lenovo High-Sense (720p HD) webcam 
*Tampak dalam gambar adalah Lenovo IdeaCentre Q190 (kanan) disandingkan dengan Blu-ray (kiri) .

Googlenhentikan layanan Sync


Sebuah gerakan bersih-bersih di musim dingin, disebut sebagai winter cleaning, telah direncanakan oleh Google. Disebut gerakan bersih-bersih karena Google akan menutup beberapa produk, layanan, atau fasilitas yang dirasa kurang populer atau kurang memberikan keuntungan yang memadai .
Penutupan tersebut dikenakan untuk pemakai baru, sedangkan untuk pemakai yang sudah menggunakan layanan tersebut sebelumnya masih akan tetap dipertahankan sampai batas waktu tertentu. 
Seperti halnya Google App, Google berencana masih akan menyediakan Google Sync hanya untuk Bisnis, Pemerintahan, dan Pendidikan dengan model berbayar. Pada intinya, produk dan layanan yang ditutup terkait dengan Google Calendar dan Google Sync.
Terkait dengan Google Calendar, fasilitas appointment slots akan dihentikan per 4 Januari 2013 dan bagi yang masih menggunakan diberi kesempatan sampai Desember 2013, sedangkan layanan pengecekan kalender atau pembuatan jadwal melalui SMS telah dihentikan per tanggal 15 Desember 2012 lalu.
Rencana penutupan layanan Google Sync sepertinya akan membawa pengaruh yang jauh lebih luas. Pihak yang paling akan terpengaruh adalah Microsoft. Bagaimana tidak? Google Sync dikembangkan dengan menggunakan protokol Microsoft Exchange ActiveSync sebagai antarmuka pengaksesan layanan Gmail, Google Calendar, dan Contacts. 
Walaupun masih akan menyediakan layanan Google Sync, Google tetap menghentikan pemakaian protokol sinkronisasi yang dianggap sudah tertinggal, yaitu Google Calendar Sync, Google Sync untuk Nokia Symbian S60, dan SyncML. Sebagai gantinya, Google akan menggunakan protokol CardDAV (untuk sinkronisasi Contacts), CalDav (untuk sinkronisasi Calendar), dan IMAP (untuk GMail).
Jika Anda saat ini menggunakan Microsoft Outlook untuk sinkronisasi dengan ketiga layanan Google tersebut, Anda tidak perlu khawatir karena Google masih menjamin pemakaiannya. Hanya perlu diingat, per tanggal 14 Desember 2012 Google tidak lagi menyediakan supportuntuk personal Google Sync. Sementara bagi Anda yang berencana menggunakan Microsoft Outlook untuk mengakses ketiga layanan Google di atas, sebaiknya perlu berpikir ulang karena Google sudah tidak menyediakannya lagi.
Kondisi ini juga akan berimbas pada pemakaian semua ponsel yang menggunakan Windows Phone 8 karena tidak akan dapat melakukan sinkronisasi dengan Google Calendar, GMail, ataupun Contacts. Mungkin dengan menggunakan IMAP pada Windows Phone 8 masih memungkinkan untuk sinkronisasi dengan layanan GMail. Namun untuk sinkronisasi dengan Google Calendar dan Contacts sepertinya tidak dapat dilakukan, mengingat Microsoft tidak menyediakan framework untuk protokol CalDAV ataupun CardDAV di WindowsPhone 8.
Apakah penutupan layanan Google Sync ini dapat berimbas pada penjualan perangkat ponsel Windows Phone 8? Kita lihat saja tahun depan, mengingat perang platform yang terjadi saat ini antara Android, iOS, Blackberry OS, dan Windows Phone, tidak hanya terkait dengan kemampuan dan fasilitas pada tiap platform, tapi juga kekuatan komunitas dan layanan awan yang semakin menentukan pemilihan platform oleh calon pemakai.